BIOGRAFI TOKOH SUKSES

ABDURRAHMAN BIN ‘AUF

(Sahabat Rasulullah S.A.W , seorang pedagang besar yang sukses dan menjadi salahsatu dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga)

Abdurrahman bin Auf adalah tokoh yang sukses dunia akhirat. Beliau adalah salah satu sahabat nabi yang kaya raya dan dermawan karena kemahirannya dalam berdagang. Ia termasuk salah satu sahabat nabi yang permulaan menerima Islam (Assabiqunal Awwaluun). Abdurrahman memeluk agama Islam sebelum Rasulullah saw menjadikan rumah al-Arqam sebagai pusat dakwah.Ia mendapatkan hidayah dari Allah SWT dua hari sesudah Abu Bakar al-Shiddiq masuk Islam. Dalam sajarah islam Abdurahman bin ‘Auf tercatat sebagai orang kedelapan yang masuk islam dan orang kelima yang di islamkan Abubakar Ra. Abdurrahman bin ‘Auf adalah seorang shahabat Nabi s.a.w. yang mempunyai banyak keistimewaan, di antaranya adalah beliau diberitahukan masuk syurga oleh Allah s.w.t. ketika masih hidup .

 

NASAB

 

Abdurrahman bin ‘Auf dilahirkan pada tahun kesepuluh dari tahun Gajah dan umurnya lebih lebih muda dari Nabi Muhammad S.A.W selama sepuluh tahun karena Nabi dilahirkan pada tahun gajah yaitu tanggal 20 April 571M. Dengan demikian Abdurrahman dilahirkan pada tahun 581M. Namanya pada masa jahiliyah adalah Abdu Amru dan dalam satu pendapat lain Abdul Ka’bah. Lalu Nabi s.a.w. menggantikannya menjadi Abdurrahman. Nama lengkapnya adalah Abdurrahman bin Auf bin Abdu Manaf bin Abdul Harits bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah al-Qurasyi al-Zuhri. Nasabnya bertemu dengan Nabi s.a.w. pada Kilab bin Murrah. Kinayahnya adalah Abu Muhammad sedangkan laqabnya al-Shadiq al-Barr. Ibunya bernama Asysyifa binti ‘Auf bin Abdu bin al-Harits bin Zuhrah.

KESUKSESAN

 

Abdurrahman bin ‘Auf adalah sosok yang sangat bersegera dalam berinfak,pandai berdagang dan sangat ulet. Maka mulailah ia menjual dan membeli. Selang beberapa saat ia sudah mengumpulkan keuntungan dari perdagangannya. Disamping itu, ia juga sosok pejuang yang pemberani. Ia mengikuti peperangan-peperangan bersama Rasulullah. Pada waktu perang Badr, ia berhasil membunuh salah satu dari musuh-musuh Allah, yaitu Umair bin Utsman bin Ka’ab At Taimi. Keberaniannya juga nampak tatkala perang Uhud, medan dimana banyak diantara kaum muslimin yang lari, namun ia tetap ditempatnya dan terus berperang Sehingga diriwayatkan, ia mengalami luka-luka sekitar dua puluh sekian luka. Akan tetapi perjuangannya di medan perang masih lebih ringan, jika dibanding dengan perjuangannya dalam harta yang dimilikinya.

Keuletannya berdagang serta doa dari Rasulullah, menjadikan perdagangannya semakin berhasil, sehingga ia termasuk salah seorang sahabat yang kaya raya. Kekayaan yang dimilikinya, tidak menjadikannya lalai. Tidak menjadi penghalang untuk menjadi dermawan.

Beliau juga terkenal senang berbuat baik kepada orang lain, terutama kepada Ummahatul Mukminin. Setelah Rasulullah wafat, Abdurrahman bin Auf selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. Diantara keistimewaan Abdurrahman bin Auf,: Rasulullah S.A.W pernah shalat di belakangnya pada waktu perang tabuk. Ini merupakan keutamaan yang tidak dimiliki orang lain. Abdurrahman bin Auf, juga termasuk salah seorang sahabat yang mendapatkan perhatian khusus dari Rasulullah.

Disamping memiliki sifat yang pemurah dan dermawan, beliau juga sahabat yang faqih dalam masalah agama. Abdurrahman bin ‘Auf menjadi salahsatu dari 10 sahabat Rasulullah S.A.W yang diberi jaminan masuk surge oleh Allah S.W.T saat masih hidup. Itu semua dapat beliau raih karena pengorbanan yang telah diberikannya untuk islam berupa jiwa dan harta.

KESUKSESAN

Z  Sahabat Rasulullah S.A.W yang diberitakan akan masuk surga ketika masih hidup.,

Z  Termasuk sahabat Nabi S.A.W yang permulaan masuk islam (Assabiqunal Awwalun).,

Z  Mempunyai keterampilan berdagang.,

Z  Pedagang yang pandai dan ulet.,

Z  Pedagang kaya raya yang selalu menginfakkan kekayaannya di jalan Allah S.W.T.,

Z  Sosok pejuang yang pemberani (selalu ikut berperang melawan kemaksiatan dengan harta dan jiwanya).,

 

 

WAFAT

Abdurrahman bin ‘Auf meninggal pada tahun 31H, dalam usia 75tahun.Beliau dimakamkan di pemakaman Baqii’ yang diimami oleh Utsman berdasarkan wasiatnya. Makam Abdurrahman bin Auf berada di sisi qubah Ibrahim bin Nabi Muhammad S.A.W. Abdurrahman bin Auf  meninggalkan dua puluh delapan anak lelaki dan delapan anak perempuan. Beliau wafat dan meninggalkan banyak harta untuk para ahli warisnya. Terbilang meninggalkan seribu onta, seratus kuda, tiga ribu ekor kambing Juga meninggalkan emas dan perak yang semuanya dibagikan kepada ahli warisnya.

HIKMAH

 

t  Menginfakkan harta dijalan Allah tidak akan mengurangi harta yang kita miliki, tetapi justru akan semakin memperkaya kita, dan manfaatnya dunia akhirat.

t  Kekayaan berupa harta yang diberkahi Allah S.W.T adalah harta yang dipergunakan dijalan dakwah dan kebenaran, dan memberikan manfaat bagi orang lain

t  Kesuksesan akan diraih ketika kita bersungguh-sungguh untuk meraihnya, yaitu berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkannya dan bertawakal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s