NIKMAT RAMADHAN

      Masih diberi kesempatan memasuki bulan Ramadan merupakan kenikmatan           yang sangat      besar. Maka selayaknya seorang muslim benar-benar merasakan   dan menjiwai nikmat tersebut. Betapa banyak orang yang terhalang dari nikmat ini, baik karena ajal telah menjemput, atau karena ketidakmampuan beribadah sebagaimana mestinya, karena sakit atau yang lainnya, ataupun karena mereka sesat dan masa bodoh terhadap bulan yang mulia ini. Oleh karena itu, hendaknya seorang muslim bersyukur kepada Allah atas karuniaNya ini. 

Ibnu Rajab berkata, “Barangsiapa yang pada bulan Ramadan ini tidak beruntung, maka kapan lagi dia bisa beruntung? 
Barangsiapa yang pada bulan suci ini tidak bisa mendekatkan dirinya kepada Allah, maka sungguh dia sangat merugi.”
Rasulullah saw. bersabda: Siapa saja tidak menunaikan shaum Ramadan sekalipun sehari tanpa alasan rukhshah atau sakit, hal itu merupakan dosa besar yang tidak bisa ditebus, bahkan seandainya ia menunaikan shaum sepanjang masa. (HR at-Tirmidzi).
Menjelang bulan Ramadan, Rasulullah saw. senantiasa mengumpulkan para sahabatnya. Rasul kemudian menyampaikan kepada mereka hikmah dan keutamaan Ramadan dan puasa. Ini dilakukan oleh Rasul dalam rangka mengingatkan kaum Muslim akan datangnya bulan penuh berkah. Beliau memompa semangat para sahabat agar mereka bergembira dan menyongsong sepenuh hati kedatangan bulan Ramadan.
Kebaikan Rasulullah saw. Pada bulan Ramadan melebihi angin yang berhembus karena begitu cepat dan banyaknya. Dalam sebuah hadis disebutkan: Sebaik-baiknya sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadan (HR al-Baihaqi, al-Khatib dan at-Tirmidzi).
Keutamaan mesti diketahui oleh kaum muslimin, mengetahui dan menjaga rambu-rambu shaum Ramadan. Rasulullah saw. Bersabda: Siapa saja yang menunaikan shaum Ramadan, kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yang semestinya diperhatikan, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya. (HR Ibnu Hibban dan al-Baihaqi).
Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah. Hari-hari dan malam-malamnya merupakan waktu utama/mulia. Alangkah ruginya jika kesempatan ini tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, terutama dengan memperbanyak dzikir dan doa. Ada beberapa waktu mustajab yang bisa dijumpai pada bulan Ramadan, di antaranya: Ketika berbuka, orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak; sepertiga malam terakhir sewaktu Allah SWT turun. 
Amalan Ramadan Rasul tidak hanya terbatas pada aktivitas ibadah semata. Aktivitas dakwah dan sosial pun tak luput dari perhatian Beliau. Dalam sembilan kali Ramadan yang pernah Beliau alami, misalnya, Beliau justru melakukan ekspedisi dan pengiriman pasukan. Di antaranya: Perang Badar (tahun 2 H), Penaklukan Makkah (tahun 8 H), dan Perang Tabuk (tahun 9 H) Di mana ada kita mengenal kejadian sedekah yang besar dan monumental yaitu disaat Abu Bakar Shiddiq Ra mengeluarkan sedekah seluruh hartanya dalam perang tersebut; mengirimkan 6 askariyah (pasukan jihad yang tidak secara langsung Beliau pimpin); meruntuhkan berhala-berhala Arab seperti Lata, Manat dan Suwa'; meruntuhkan ibadah kaum munafiq dhirar.

4 thoughts on “NIKMAT RAMADHAN

  1. iya semangat,;-). semoga kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri dalam perjalanan bertemu Ramadhan berikutnya. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s